Villa Murah Puncak Bogor

 Aku Putri. Tepatnya bulan Juli tahun 2015 teman-teman se tim di kantor pengen jalan-jalan, refreshing ke Puncak, Bogor. Dan karena itu adalah hari Sabtu dan kita kerja cuma setengah hari, jam 1 siang setelah bubar kantor, kita prepare buat pergi. Anak- anak siap, mobil siap dan semuanya sudah siap, langsung kita berangkat ke Puncak. Disepanjang jalan semuanya lancar, cuma memang ketika akan keluar dari jalan tol Bogor macet parah selama hampir dua jam di tol itu karena memang lagi ada buka tutup jalur.

Singkat cerita karena memang kita sudah kelamaan dijalan tol sekitar jam 11 malam kita baru sampai di Puncak. Sebenarnya dari awal kita memang ngga ada niat untuk sewa villa karena memang tujuannya cuma ke Puncak untuk santai-santai cari makan, ngopi, cari udara segar dan langsung balik lagi ke Jakarta. Akhirnya kita berhenti di masjid. Ada yang mau sholat, cuci muka dan lain-lain. Ngga jauh dari masjid itu ada warung, akhirnya kita kesana untuk sekedar makan mi kuah, minum kopi, minum teh panas. Ketika itu salah satu temanku update story di WA tentang kemacetan yang tadi ada di tol dan ternyata ada satu temannya yang komen dan nanya, sekarang lagi dimana, mau tidur, nginap, sewa villa dimana? Dan temanku itu cuma menjelaskan kalau kita ngga ada niat untuk nginap dan seva villa. Temannya memberi info kalau ada villa. "Ada nih villa, gede kamarnya ada tiga. Murah kok cuma 300 ribu. Kalau mau kesini aja, rekomen banget ini villa".

Karena memang saat itu kita memang ngga memungkinkan untuk langsung balik ke Jakarta, akhirnya sepakat untuk sewa villa itu. Disepanjang jalan kita menuju villa itu, ngga ada kita lihat ada rumah warga satupun disana. Dikanan kiri cuma ada sawah, perkebunan, dan pohon-pohon besar. Ngga ada orang lewat, warung, rumah apalagi perumahan. Jadi rasanya kita kaya ada ditenan hutan, ngga ada satupun lampu yang nyala selain lampu sorotan dari mobil kita. Dari kejauhan nampak lampu yang menonjol dan ternyata itu villa tujuan kita.

Semakin mendekati villa udara disekitar terasa semakin dingin dan terasa berbeda dari dingin yang sebelumnya. Sesampainya di villa itu ternyata yang menyala hanya lampu jalan yang ada didepan villa itu. Ngga ada lampu yang menyala dari villa itu sendiri, bahkan lampu teraspun ngga nyala. Sedikir terbesit dipikiran kita kalau villa ini serem banget. Tapi karena pada saat itu kita semua sudah capek, dan sudah bayar villa itu, mau ngga mau kita harus masuk ke villa itu. 

Sebetulnya ada kesalahan yang kita buat. Jadi temanku yang bawa mobil tanpa permisi, tanpa salam dan tiba-tiba mainan skateboard kelilingin rumah pada saat tengah malam. Ngga tahu itu orang pikirannya gimana. Dan bodohnya lagi, satu temenku yang cewek, sebut saja Maya, dia nyalain musik di radio mobil kenceng banget. Saat itu kita benar-benar ngga kepikiran kalau itu adalah sebuah kesalahan yang nantinya berdampak ke kita. 

Setelah itu kita turunin barang-barang, dimasukin ke dalam dan kita semua juga masuk ke dalam villa. Sekilas aku jelaskan tentang layout villa itu. Kamar satu ada didekat ruang tamu, kamar dua ditengah dan kamar ketiga ada dipaling belakang. Tapi ngga semua kamar punya kamar mandi dalam, cuma kamar ketiga yang dibelakang yang punya kamar mandi didalam kamar. Kamar satu dan dua ngga ada kamar mandinya, cuma kamar tidur biasa. Dan kamar ketiga ini ukurannya jauh lebih besar dari dua kamar yang lain. Mungkin pemiliknya sengaja mendesain kamar ketika ini sebagai kamar utama. Kita segera berbagi kamar, dan pas banget aku dapat kamar yang kamar nomor tiga. 

Singkat cerita aku dan temanku, Intan, beres-beres, bersih-bersih badan, mandi ganti baju dan segala macam. Saat itu aku dan Intan sedang tengkurap membelakangi kamar mandi sambil main HP. Tiba-tiba kita dengar suara keran air dikamar mandi. Intan nanya, "Put, itu sapa yang dikamar mandi?". Dan aku jawab, "Ngga tau, Kak Adi mungkin. Tadi sih dia bilang mau numpang mandi.". Intan berdiri dan mengintip keluar dari pintu kamar, ternyata semua orang sedang ngumpul ruang tamu. Seketika itu aku dan Intan lari keluar kamar. Anak-anak yang lain heran kenap akita berdua lari-larian. Intan jelasin kalau seperti ada yang mandi dikamar mandi kamar. Terus ada dua teman yang memutuskan untuk ngecek ke kamar. 

Waktu mereka mengendap-endap jalan kearah kamar dan ngintip kedalam kamar, tiba-tiba mereka dilempar dengan bantal leher. Yang dimana itu adalah bantal leher punya Intan yang tadinya dia taruh dikasur sebelum kabur. Jadi seperti ada yang melempar mereka dengan bantal leher ketika mereka mencoba masuk ke dalam kamar. Akhirnya karena kejadian itu, kita ketakutan dan berniat untuk tidur diruang tamu. Jadi kasur kasur kamar nomor dua dan nomor tiga kita pindahin ke ruang tamu.

Pas sudah ada dalam posisi tidur ngga tidur alias setengah tidur, didalam bayanganku, seperti mimpi aku lihat ada banyak darah didalamkamar mandi yang ada didalam kamar nomor tiga. Selain itu, aku juga lihat ada satu orang yang berlumuran darah didalamkamar mandi itu. Aku ngga tahu itu siapa, yang jelas didalam bayanganku seperti itu. Dan ternyata ngga cuma aku yang punya bayangan atau mimpi seperti itu. Intan juga bermimpi kalau di melihat ada sepasang laki dan perempuan yang sedang berantem didalam kamar nomor tiga itu. Dan didalam bayangan temanku yang lain, dia sedang misahin orang yang sedang berantem. Waktu dia bangun, dia bilang kalau badannya pegel-pegel. Dan kejadian itu membangunkan kami semua.

Singkat cerita akhirnya beberapa dari kita ada yang bisa tidur, termasuk aku. Dan kata teman-teman yang lain yang belum tidur, mereka bilang kalau aku bangunin Intan dan minta anter kencing tapi dalam keadaan mata tertutup, merem. Jadi kaya lagi tidur tapi bangunin Intan, tapi aku banguninnya dengan sedikit maksa, goyang-goyangin badan Intan dengan sangat keras. Ngga lama setelah semuanya bisa tidur, Intan kebangun lagi. Karena udah ngga bisa tidur lagi, akhirnya Intan ini mau bangunin Kak Adi untuk nemenin ngobro. Dan waktu Intan mau bangunin Kak Adi, ternyata badan dari Kak Adi ini dingin, kaku banget dan sama sekali ngga gerak.

Karena Intan khawatir, akhirnya dia bangunin semua anak-anak yang lain. Akhirnya kita rame-rame bangunin Kak Adi. Mulai dari bangunin biasa, cubit-cubit sampai kita pukul-pukul supaya bangun. Tapi tetep Kak Adi ngga bangun. Setelah kira-kira setengah jam akhirnya Kak Adi sadar, "Pada ngapain sih?". Tanya polos tanpa merasa apa-apa.

Singkat cerita kita akhirnya juga ngga ada yang tidur sampai akhirnya adzan subuh dan baru ada yang bisa tidur. Dan pas paginya kita mau sarapan diruang tamu. Seperti liburan pada umumnya, kita sudah lupa dengan kejadian semalam. Ada yang sarapan, ada yang ngobrol, becanda dan ada yang foto-foto buat kenang-kenangan. Dan ada teman yang akhirnya meng upload foto-foto itu ke status WA nya. Ternyata ada salahsatu temannya yang komentar dengan status WA nya waktu itu, "Kalian pergi ngapain ngajak nenek-nenek?". Otomatis temanku ini bingung, nenek-nenek mana, dimana. Temannya bilang kalau ada nenek-nenek lagi duduk didepan formasi kita foto. Sampai foto itu dikirim balik dengan ada lingkaran merah yang menunjukkan posisi nenek-nenek itu. Dan ngga juga disitu aja, ada beberapa temennya yang lain yang juga berkomentar sama, ada nenek-nenek sedang duduk didepan kita. Tapi sampai disitu si temanku ini belum cerita apa-apa ke teman-teman yang lain. 

Siang nya ketika kita mau pulang, kita memutuskan untuk foto-foto lagi tapi kali ini bukan didalam rumah, tapi dihalaman belakang. Waktu kita lagi nyari spot foto yang bagus di halaman belakang itu, Kak Adi nemuin semacam makam didekat pohon yang ada dihalaman belakang itu. Disaat kita foto-foto, temanku yang dimalam sebelumnya mainan skateboard ngaku lihat nenek-nenek di pintu belakang lagi lihat kearah kita. 

Nah pas kita pulang dan sudah ada dijalan, barulah semuanya bercerita kalau sebenarnya malam itu masing-masing dari kita mendapat gangguan dan mimpi yang kurang lebih sama semua isi dari mimpinya. Kebetulan pada saat itu kita bawa dua mobil. Mobil satu dibawa sama temanku yang tadi main skate board dan satu lagi di bawa sama supir kantor yang memang sengaja kita ajak untuk nyetirin kita kesana. Nah dia bilang, ketika dia ada didalam mobil. Mungkin karena sungkan, akhirnya dia memutuskan untuk tidur didalam mobil. Waktu dia siap-siap untuk tidur didalam tidur, tiba-tiba kunci kontak mobil bergerak sendiri, seperti ada yang mainin. Ngga lama ada juga yang ketok-ketok kaca mobil disebelah dia. 

Setelah itu barulah kita merangkum semua yang semalam masing-masing dari kita mengalami hal ganjil. Syukurnya akhirnya kita sampai dirumah masing-masing. Hingga besoknya dikantor, ternyata Intan masih merasa diteror. Dia selalu dengar ada suara yang panggil-panggil namanya dan bilang, "Intan.. bantal.. Intan.. bantal". Dan ternyata setelah diingat-ingat lagi, bantal leher punya Intan ketinggalan di villa itu. Mungkin penungu dari villa itu mengingatkan Intan kalau bantalnya ketinggalan disana. Akhirnya kita semua yang malam itu menginap di villa itu sepakat untuk berdoa dan kirim doa kepada siapapun yang ada disana dan apapun kejadian yang pernah kejadian disana.

The end 



 

Komentar

Postingan Populer