Pengalaman Horor Camping Di Gubuk Hantu Gunung Lawu
Cerita ini berasal dari tiga orang pendaki yang waktu itu mendaki ke Gunung Lawu. Sebut saja Bagus, Indra dan Sofyan yang mengalami kejanggalan saat mendirikan tenda dan berniat untuk bermalam di suatu pos di jalur pendakian Gunung Lawu. Lawu memang dikenal sebagai salah satu gunung yang terkenal memiliki hawa mistis yang sangat kuat di daerah Jawa.
Saat itu Bagus dan Indra langsung mendirikan tenda didekat sebuah gubuk beratapkan seng di dekat Hargo Dalem dengan harapan bisa meminimalisir dinginnya Gunung Lawu. Waktu itu Sofyan sangat kelelahan karena pejalanan mereka yang terbilang sangat cepat pada saat itu. Didalam gubuk terdapat bagian yang beratap seng, dan mereka memilih mendirikan tenda di sebelah kiri. Karena di bagian sebelah kanan, tepatnya pada bagian pintu terdapat gambar yang menyeramkan. Entah siapa yang menggambarnya, bisa dipastikan orang yang menggambar gambar itu adalah orang yang sangat iseng.
Dengan beralaskan tanah dan beberapa jerami, mereka mengambil tenda dari dalam tas ransel mereka. Saat sedang mereka mendirikan tenda, kejanggalan mulai muncul. Menurut Indra untuk mendirikan tenda, secara normal cukup membutuhkan waktu paling lama 15 menit, apalagi tenda yang mereka bawa adalah tenda yag biasanya mereka bawa untuk camping. Tapi saat itu hampir 45 menit, Bagus dan Indra selalu gagal ketika akan menancapkan frame tenda. Padahal sebelum berangkat mereka sudah mengcek semuanya dan semua normal.
Bagus sempat kesal karena waktu itu Lawu sudah mulai gelap. Tapi entah kenapa waktu itu Bagus inisiatif untuk sedikit menggeser sedikit lokasi tenda agar pas didepan pintu. Lalu mereka mencoba mendirikan tenda sekali lagi, ajaibnya tenda langsung mulus berdiri tanpa hambatan. Sofyan yang sedari tadi hanya melihat dua temannya mendirikan tenda merasa sedikit aneh dan sempat bingung saat itu. Tapi mungkin karena mereka semua sudah lelah, mereka tidak sempat berpikiran aneh-aneh.
Setelah tenda berdiri, mereka langsung memasak untuk makan malam. Waktu mereka memasak, ada seorang bapak asal Surabaya yang sebelumnya sudah sempat bertemu dengan mereka dan berpamitan ke Hargo Dalem kembali dan bergabung dengan mereka. Bapak itu bercerita tentang pengalaman-pengalamannya waktu masih muda.
Suasana terasa sangat hangat ketika makam malam itu. Dan saat mereka sudah bersiap untuk tidur, bapak-bapak itu mengajak mereka untuk bermalam diwarung saja, dan akan membuatkan api unggun untuk mereka. Tapi mereka menolak secara halus. Indra berpikiran masa mereka sudah susah-susah mendirikan tenda kok malam disuruh tidur diluar. Tapi bapak-bapak ini sedikit memaksa untuk tidak tidur di sini, tapi ketiga anak muda itu selalu berhasil menolak secara halus. Namun mereka sempar berpikir, apa alasan bapak itu sangat melarang untuk bermalam didalam gubuk tersebut. Bapak itupun menyerah untuk mengajak mereka. Bapak itu hanya berpesan, kalau terjadi apa-apa mereka disuruh untuk langsung kewarung di dekat Hargo Dalem, karena dia berada disana. Karena mereka sudah sangat kelelahan,setelah menutup pintu gubuk dan menutup pintu tenda, merekapun tertidur.
Sedikit lewat tengah malam, Sofyan terbangun karena mendengar ada gedoran dipintu gubuk. Waktu itu hanya Sofyan yang terbangun sedangkan kedua temannya masih saja tertidur pulas. Setelah menenangkan diri sebentar karena sempat kaget, sofyan memberanikan diri untuk keluar dari tenda dan melihat ke pintu gubuk. Sofyan merasa lega karena yang menggedor-gedor pintu adalah bapak asal Surabaya tadi.
Bapak itu bertanya keadaan Sofyan dan kedua temannya. Sofyan pun menjawab kalau mereka baik-baik saja. Stelah mendapatkan jawaban dari Sofyan, bapak itu kembali mengingatkan, "Nanti kalau ada apa-apa, cari bapak ya". Setelah percakapan singkat itu, Sofyan kembali melanjutkan tidurnya. Kira-kira sejam kemudian Sofyan kembali terbangun karena bapak itu kembali menggedor-gedor pintu gubuk dan mengajukan pertanyaan yang sama. Sofyan sempat berpikir janggal, kenapa sama bapak-bapak ini sebenarnya? ada apa? tanya Sofyan dalam hati. Karena sudah dua kali tebangun, akhirnya Sofyan sulit untuk dapat kembali tidur.
Tidak berapa lama Sofyan mendengar ada orang yang berjalan disekitar gubuk yang mereka tempati. Awalnya Sofyan mengira kalau ada orang yang mencari tempat untuk buang air kecil. Atau suara itu berasal dari bapak-bapak yang tadi. Namun suara langkah kaki itu semakin lama semakin kencang dan mendekat. Dan suaranya seperti langkah seseorang yang memakai sepatu boot. Tapi Sofyan ingat kalau bapak-bapak tadi hanya menggunakan sandal jepit, tidak menggunakan sepatu. Suara langkah itu seperti terus mengelilingi gubuk tempat mereka tidur. Sofyan sempat merasa merinding dan mencoba untuk menyalakan lampu tenda.
Tak lama Indra terbangun dan bertanya, "Suara apa itu Yan?". Sofyan hanya menggeleng dan meminta Indra untuk kembali tidur, "Tidak usah di gubris Ndra, ngga ada apa-apa kok..". Ucap Sofyan menenangkan temannya. Sebenarnya tujuan Sofyan menyalakan lampu bukan untuk membangunkan temannya tapi supaya dia mengetahui jika ada orang yang berusaha masuk kedalam gubuk. Sebab jika memang ada orang yang berusaha masuk, bisa saja Sofyan langsung membangunkan kedua temannya, dan bisa bersama-sama membuka tenda. Sofyan kembali mematikan lampu dan suara itu perlahan menghilang, dan Sofyan tanpa sadar ketiduran.
Menjelang subuh, bapak-bapak itu kembali menggedor-gedor gubuk tempat mereka. Sofyan kembali terbangun, tapi kali ini Sofyan sengaja tidak beranjak dari tidurnya untuk menemui bapak itu. Sofyan sengaja diam saja, dengan harapan bapak itu akan capek sendiri dan berhenti menggedor pintu. Tapi ternyata gedoran semakin keras. Mau tak mau Sofyan memaksakan badannya untuk bangun, dan menjawab bapak itu.
Bapak-bapak itu membangunkan mereka karena waktu sudah memasuki waktu sholat subuh. Bapak-bapak itu sempat bertanya, "Gimana mas, ngga ada yang aneh kan?". Sofyan hanya tersenyum dan meminta bapak-bapak itu untuk bercerita lebih dulu sebenarnya ada apa disini, siapa tahu ceritanya cocok dengan apa yang mereka alami.
Setelah sholat subuh, Sofyan bercerita kepada bapak itu tentang apa yang mereka alami. Mulai dari keanehan saat mendirikan tenda, hingga ada orang yang berjelan memutari gubuk tersebut. Bapak itu hanya tersenyum kemudian bercerita apa yang pernah terjadi digubuk itu.
Jadi beberapa tahun yang lalu ditemukan ada orang yang gantung diri di gubuk itu. Tepat disamping atas tenda yang didirikan mereka bertiga. Orang yang menggantung diri itu menggunakan sepatu boot tentara. Bapak itu kemudian menunjukkan kalau masih ada bekas goresan tali yang dipakai untuk menggantung diri. "Maklum kalau kalian susah mendirikan tenda disana. Karena tepat diatasnya bekas lokasi orang itu gantung diri. Mungkin arwahnya merasa terganggu", cerita bapak itu.
Mereka bertiga kaget mendengarkan cerita dari bapak itu. Setelah kejadian ditemukan orang gantung diri itu, tidak ada pendaki yang berani camping di dalam bangunan gubuk tersebut, bahkan disekitar gubuk.
The End
(Sumpah iki cerito gak penting blas. Gak serem, yo gak menarik. Wocoen ae lah yo. Gak usah protes!!)
Komentar
Posting Komentar